Skip to main content

MEMBUAT JARINGAN

Hai,,, kali ini aku mau kasih tau cara membuat jaringan nih :D mau tau gimana caranya? yukk disimak ^^

Yang perlu disiapkan untuk membuat kabel jaringan :
  1. Kabel 1 meter atau lebih 
  2. Connector 4 buah (bisa lebih)
  3. Gunting 
  4. Alat untuk pengencangkan konector
  5. Alat untuk mencoba kabel
  6. 2 Laptop (bisa lebih)
Setelah semua alat yang diperlukan siap, kita bisa merakit kabelnya sekarang...
  • Potong kabel menjadi 2 bagian sama panjang, kemudian di kedua ujung kabel dikupas hingga terlihat bagian dalam kabel (tanpa ada pembungkus luar)
  • Setelah dibuka twisted kabel tersebut dirakit sesuai aturan berikut ini
             Pola 1: PO O PH B PB H PC C
             Pola 2: PH H PO B PB O PC C

             Keterangan :
             PO = putih orange
             O = orange
             PH = putih hitam
             B = biru
             PB = putih biru
             H = hijau
             PC = putih coklat
             C = coklat
  • Kabel pertama dibuat dengan pola street, dan kabel kedua dibuat dengan pola cross. Yang dimaksud dengan pola street adalah kabel yang dibuat dengan pola 1 di kedua ujungnya. Sedangkan, pola cross adalah kabel yang dibuat dengan pola 1 dan pola 2 di kedua ujungnya.
  • Setelah semua ujung kabel telah tersusun sesuai pola, maka hubungkan dengan konektor dan kencangkan dengan alat pengencang konektor hingga bunyi klik.
  • Untuk mengecek kabel yang telah dibuat itu benar atau salah, maka hubungkan kabel pada alat pengecek kabel. Jika lampu pada alat tersebut menyala sesuai, maka kabel yang dibuat benar, jika tidak maka kabel yang dibuat salah dan cek ulang susunan kabel tersebut. urutan lampu tersebut 1-3,2-6,4-4,5-5,6-6,7-7,8-8
  • Kabel tersebut siap digunakan untuk mentransfer data tanpa menggunakan flashdisk . selamat mencoba ^^

Comments

Popular posts from this blog

FARMAKOPE INDONESIA

Farmakope Indonesia (FI) adalah buku resmi yang ditetapkan secara hukum dan memuat : 1. Standar obat-obatan dan persyaratan identitas 2. Sifat kimia dan fisika 3. Kadar, kemurnian, cara pemeriksaan atau analisis 4. Sediaan farmasi - FI jilid 1 (1962) - FI jilid 2 (1965) - FI jilid 3 (1979) - FI jilid 4 (1995) Ketentuan umum Farmakope Indonesia : Yang dimaksud 1 bagian zat adalah contoh : jika kita mempunyai 1 g vitamin C maka kita akan memerlukan air berapa? dilihat di farmakope juka vitamin C itu mudah larut sehingga dari tabel diatas dapat diketahui bahwa Mudah Larut sehingga dengan skala 1-10 jadi jika kita mempunyai air sebanyak 1 ml dapat melarutkan vitamin C tersebut. Dengan catatan masih diantara skala 1-10 tersebut. tapi jika kita hanya mempunyai air sebanyak 0.5 ml maka tidak dapat melarutkan vitamin C tersebut.

FORDAS I (FORMULASI DASAR I)

Larutan (1 fase)           emulsi / suspensi (2 fase)           solven berkhasiat : gliserin                       tak berkhasiat : air, aquadest           larutan : jenuh dan tidak jenuh           Kekurangan :  Lebih mahal  penyimpanan (butuh tempat) aroma dan rasa bisa tertutupi sempurna tidak praktis Jika bahan obat sukar larut maka? dipanaskan ditambahkan larutan untuk meningkatkan kelarutan dikocok/diaduk like disilvelike kombinasi pelarut (cosolven) Suspensi  jika dimasukan lewat intramuskular, maka melalui otot ( gluteus maximus, detolideus) contoh penicilin, KB. Lewat intratekal (sumsum tulang belakang) Ukurannya seragam dan tidak boleh terlalu kecil Oral ; dry sirup, antasida topical : caladin lotion, manalotion, lulur kocok jika padatan larut maka akan tidak stabil ...

Farmasi Fisika

Apa pengertian dari : a. Amorf b. Kristalin c. Semi Kristalin d. Kristal e. Habit Kristal f. Polimorf g. Sistem penghantaran obat (DDS) h. Bentuk sediaan (Dosage Forms) Jawab : a. Amorf adalah tidak mempunyai bentuk atau tidak jelas bentuknya; (KBBI online). Amorf (Amorphous), merupakan definisi struktural dari suatu material, dimana atom-atomnya tersusun secara tidak teratur, sehingga panjang dan sudut ikatan antar atom juga tidak teratur. Kasus inilah yang diketahui sebgai bentuk penyimpangan struktural. susunan partikel dalam padatan amorf sebagian teratur dan sedikit agak mirip dengan padatan kristalin. Namun, keteraturan ini, terbatas dan tidak muncul di keseluruhan padatan. Banyak padatan amorf disekitar kita, seperti gelas, karet dan polietena memiliki keteraturan sebagian. (dikutip dari : Konsep Dasar Dalam Fisika Keramik; masudahkusuma.blogspot.com ) b. Istilah kristalin digunakan dalam metode kristalografi konvensional, yaitu pada molekul-molekul anorganik yang b...