Skip to main content

Puisiku Part 2


Kau hancurkan aku dengan kepalsuan
Kau luluh lantahkan hati ini sesukamu
Dimanakah letak perasaanmu
Harapan palsu, tatapan itu, senyum itu, perhatian itu
Mungkin aku yang terlalu berharap banyak padamu
Selalu mengharap kehadiranmu,
Tetapi semua palsu,
Lantaran semuanya menjadi jelas
Kau lebih mementingkan dia daripada aku
Kau lebih memilih dia daripada aku
Hati ini teriris lebih dalam lagi karena dia
Temanku...

Comments

Popular posts from this blog

FARMAKOPE INDONESIA

Farmakope Indonesia (FI) adalah buku resmi yang ditetapkan secara hukum dan memuat : 1. Standar obat-obatan dan persyaratan identitas 2. Sifat kimia dan fisika 3. Kadar, kemurnian, cara pemeriksaan atau analisis 4. Sediaan farmasi - FI jilid 1 (1962) - FI jilid 2 (1965) - FI jilid 3 (1979) - FI jilid 4 (1995) Ketentuan umum Farmakope Indonesia : Yang dimaksud 1 bagian zat adalah contoh : jika kita mempunyai 1 g vitamin C maka kita akan memerlukan air berapa? dilihat di farmakope juka vitamin C itu mudah larut sehingga dari tabel diatas dapat diketahui bahwa Mudah Larut sehingga dengan skala 1-10 jadi jika kita mempunyai air sebanyak 1 ml dapat melarutkan vitamin C tersebut. Dengan catatan masih diantara skala 1-10 tersebut. tapi jika kita hanya mempunyai air sebanyak 0.5 ml maka tidak dapat melarutkan vitamin C tersebut.

FORDAS I (FORMULASI DASAR I)

Larutan (1 fase)           emulsi / suspensi (2 fase)           solven berkhasiat : gliserin                       tak berkhasiat : air, aquadest           larutan : jenuh dan tidak jenuh           Kekurangan :  Lebih mahal  penyimpanan (butuh tempat) aroma dan rasa bisa tertutupi sempurna tidak praktis Jika bahan obat sukar larut maka? dipanaskan ditambahkan larutan untuk meningkatkan kelarutan dikocok/diaduk like disilvelike kombinasi pelarut (cosolven) Suspensi  jika dimasukan lewat intramuskular, maka melalui otot ( gluteus maximus, detolideus) contoh penicilin, KB. Lewat intratekal (sumsum tulang belakang) Ukurannya seragam dan tidak boleh terlalu kecil Oral ; dry sirup, antasida topical : caladin lotion, manalotion, lulur kocok jika padatan larut maka akan tidak stabil ...

Farmasi Fisika

Apa pengertian dari : a. Amorf b. Kristalin c. Semi Kristalin d. Kristal e. Habit Kristal f. Polimorf g. Sistem penghantaran obat (DDS) h. Bentuk sediaan (Dosage Forms) Jawab : a. Amorf adalah tidak mempunyai bentuk atau tidak jelas bentuknya; (KBBI online). Amorf (Amorphous), merupakan definisi struktural dari suatu material, dimana atom-atomnya tersusun secara tidak teratur, sehingga panjang dan sudut ikatan antar atom juga tidak teratur. Kasus inilah yang diketahui sebgai bentuk penyimpangan struktural. susunan partikel dalam padatan amorf sebagian teratur dan sedikit agak mirip dengan padatan kristalin. Namun, keteraturan ini, terbatas dan tidak muncul di keseluruhan padatan. Banyak padatan amorf disekitar kita, seperti gelas, karet dan polietena memiliki keteraturan sebagian. (dikutip dari : Konsep Dasar Dalam Fisika Keramik; masudahkusuma.blogspot.com ) b. Istilah kristalin digunakan dalam metode kristalografi konvensional, yaitu pada molekul-molekul anorganik yang b...